February 17, 2012
"One good thing about music, when it hits you, you feel no pain"

— Bob Marley

February 3, 2012

Musik & lirik: Rizki Montheza & Windy Tresna Putra

Gitar & vokal: Antoni Tri Susatrio & Windy Tresna Putra

October 5, 2011
Selamat kepala dua, tambah dewasa ya ♥

Selamat kepala dua, tambah dewasa ya ♥

August 27, 2011
"Jangan tersenyum sama orang buta. Jangan mengatakan pujian pada orang tuli. Maksudnya bagus, cuma mubazir."

August 13, 2011
"It’s not where your from, it’s where your at"

— Ian Brown

July 6, 2011
Pendidikan [?]

Pendidikan tinggi adalah jembatan kesuksesan. Siapa yang buat quotes ini? Apakah dia nggak kenal dengan Amancio Ortega, pemilik saham terbesar branded clothing seperti Zara, Pull and Bear, Massimo Dutti, dan lain-lain? Apakah dia tidak tahu tentang Ingvar Kamprad, founder IKEA? Atau apakah dia tidak pernah mendengar kisah hidup Bill Gates yang tidak pernah menyelesaikan kuliahnya? Tiga orang itu memiliki kekayaan puluhan milyar US dollar tanpa gelar sarjana, bahkan ada yang sudah putus sekolah dari SMA.

Para orang tua saat ini sibuk menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi dengan embel-embel ‘supaya bisa sukses’. Apakah karena pengaruh sinetron Si Doel Anak Sekolahan? Tampaknya bukan. Atau paragraf di atas tercipta hanya karena pembenaran mahasiswa malas? Terlalu banyak pertanyaan, yang jelas tidak ada jaminan pendidikan tinggi dapat membuat kita dimuat dalam Forbes Magazine, atau dalam negerinya bersaing dengan Ciputra dan Sampoerna. Tidak juga ada jaminan kalau kita putus sekolah sekarang, akan menghiasi “Daftar Nama Orang Kaya yang Tidak Pernah Menyelesaikan Pendidikannya”.

Kalau orang yang tidak sarjana saja bisa jadi sukses. Harusnya yang sarjana bisa lebih dari itu. Apa iya?

Mungkin kuliah di universitas mahal atau universitas dengan passing grade tinggi bisa dijadikan semacam jaminan diterima di perusahaan asing macam Maersk Oil, Pixar, National Geographic atau perusahaan dengan pendapatan pegawai puluhan bahkan sampai ratusan juta. Tapi, tidak juga.

Lalu apa gunanya sekolah tinggi-tinggi?

Salah seorang pengajar pernah bilang, kalau kuliah jangan ngejar nilai. Nilai itu cuma bonus dari pendidikan. Nilai membuat kita diterima kerja, pendidikan membuat kita memiliki pekerjaan. Wow, kalau begitu saya tidak usah repot-repot memperbaiki IPK dong. Tapi, kalau mau melamar ke perusahaan-perusahaan di jalan protokol Jakarta. Syarat dilirik oleh HRDnya adalah memiliki IPK di atas 3,0. Kalau ingin membuat usaha sendiri butuh modal yang besar.

Jadi, mengejar pendidikan bonus nilai atau mengejar nilai bonus pendidikan? Ehm.. yang pasti sudah menjadi bonus sih uang bulanan.

July 6, 2011

July 6, 2011
[Flash 9 is required to listen to audio.]

♫ Good Morning…. 

July 5, 2011
Drama Burung Biru

Zaman memang sudah sangat berubah ya. Jika dulu orang sibuk memelihara berbagai macam jenis burung yang memiliki kicauan merdu. Tapi sekarang sudah bukan waktunya memelihara burung-burung yang memiliki suara merdu. Masyarakat sekarang tampaknya lebih suka “mendengar” kicauan “burung dunia maya”, yang lebih dikenal dengan sebutan twitter. Mungkin karena burung yang satu ini tidak usah diberi makan, tidak usah dilatih, ataupun kita sibuk menjetikkan jari sambil bersiul hanya untuk mendengar sedikit kicauannya. Selain itu, luar biasanya burung ini berkicau sepanjang hari, bahkan di waktu tidur.

Demam twitter mungkin akan berlanjut sampai entah siapa lagi orang jenius yang dapat mengakomodir kebutuhan manusia untuk membuktikan dirinya di khalayak dengan cara yang mudah. Pencipta twitter saya rasa adalah orang yang sangat jenius, karena sungguh tahu kebutuhan dasar manusia. Manusia selalu ingin membuktikan diri di depan teman-temannya, manusia selalu ingin didengar, dan juga manusia senang sekali curhat/bercerita. Hal yang perlu dilakukan simpel banget, tinggal update status. Yah, nggak heran banyak yang ketagihan berkicau lewat burung biru ini.

Namun yang menjadi masalah selanjutnya, status yang hanya bisa menampung 140 karakter (tanpa bantuan twitlonger) bisa menjadi boomerang bagi siapapun penggunanya. Tidak sedikit orang yang terkadang merasa tersindir oleh status orang lain. Ataupun merasa jengkel dengan status angkuh dari temannya. Atau juga merasa jengkel dengan status ‘folbek gw’. Pada akhir semua itu terciptalah public enemy yang menjadi bahan gosip untuk dihujat sekaligus sumber hiburan gratis.  

Memang bahasa tulisan lebih sulit dimengerti, karena tidak bisa tahu ekspresi dan nada bicara penulisnya. Tapi, di luar itu bukankah ini hebat? Karena hanya dengan membaca timeline bisa melihat kepribadian seseorang sampai ke lapisan paling dalam. Minimal bisa tahu kesukaannya dan kebiasaannya. Dan juga media ini sungguh menambah bahan bergosip, karena seperti ada izin tidak tertulis untuk kepo. Tidak bisa disalahkan, karena bukankah itu tujuan update status? Agar didengar atau diketahui orang lain apa yang sedang dilakukan.

Dunia maya yang satu ini memang sangat unik. Berbagai macam karakter penggunanya menghiasi drama burung biru ini. Ada yang ingin terlihat pintar, ada yang sepertinya sangat membutuhkan perhatian, ada yang doyan sekali mengkritik dan mengeluarkan pendapat, ada yang sekedar mengupdate agar terlihat memiliki selera yang bagus, ada yang sekedar berbagi informasi, atau ada juga sekedar modus untuk mendekati gebetan dan berbagai macam tujuan lainnya. Intinya semua memiliki agenda masing-masing. Contohnya seperti sekarang. Semua orang seperti berlomba menjadi siapa yang memiliki kritik paling pedas untuk mengomentari keadaan yang tidak mengenakkan. Atau juga berlomba untuk menghujat musuh masyarakat. Walaupun sejujurnya memang terkadang itu menghibur.

Semua orang memang memiliki persepsi berbeda tentang fenomena twitter. Ada yang beranggapan media ini sangat berguna untuk menyadarkan masyarakat, apalagi anak muda. Tapi pertanyaan selanjutnya, memang sekuat itukah pengaruhnya? Renungan yang secara langsung diadakan saja, bisa dilupakan beberapa minggu kemudian atau bahkan keesokan paginya. Jadi mulai timbul pertanyaan dalam benak saya, apa nggak lebih baik melakukan sesuatu dalam kehidupan nyata daripada marah-marah di dunia maya? Atau mungkin saya yang terlalu sinis menanggapinya. 

Mungkin juga itu hanyalah drama di abad 21, dan saya rasa semua orang menyukai sedikit drama dalam kehidupannya.

Sumber gambar:  Click

July 1, 2011
       I
   LOVE
JKT CLEAN

       I

   LOVE

JKT CLEAN

Liked posts on Tumblr: More liked posts »